Indonesia Butuh Type2 Guru Berikut ini untuk Cerdaskan Anak Bangsanya..

Fhoto:Majelis Guru SMPN 11 Kerinci 2016


Di tahun 2016 ini semakin banyak tantangan yang kita hadapi sebagai manusia pada umumnya dan bangsa pada khususnya. Mulai dari korupsi, kemiskinan, ekstremisme, intoleransi, perang, hingga perubahan iklim adalah persoalan-persoalan yang perlu kita segera temukan jalan keluarnya.

Pendidikan memainkan peran penting dalam membentuk pola pikir seseorang. Apakah kita akan termasuk golongan pembuat masalah atau penemu solusi. Maka, guru punya andil besar di dalam membangun sebuah generasi.

Menurut George Couros, penulis buku The Innovator’s Mindset, ada sepuluh tipe guru yang kita perlukan di dalam ruang kelas jika ingin berhasil menghadapi tantangan-tantangan global dan membuat anak-anak semakin maju.

1. Tipe guru yang bisa dipercaya

Sebagai siswa, seringkali kita merasa bahwa guru itu menakutkan dan tidak memahami persoalan anak muda karena mereka hidup di zaman berbeda. Akhirnya, siswa memilih berbohong jika punya masalah padahal guru juga semestinya bisa jadi sahabat.

2. Tipe guru yang mudah beradaptasi

Perubahan adalah hal yang pasti terjadi. Oleh karena itu, guru juga punya kewajiban untuk selalu mengevaluasi posisi dan metode yang diadopsi dalam mendidik.

Misalnya, sepuluh atau 15 tahun lalu membentak dan memukul siswa mungkin merupakan sesuatu yang wajar. Tapi, sekarang cara-cara itu tidak efektif dan guru bisa diproses hukum bila siswa tidak terima.

3. Tipe guru yang menghargai perbedaan pendapat

Dulu hafalan adalah salah satu ukuran kesuksesan seorang siswa. Kita dipaksa menghafal perkalian, rumus fisika, hingga peristiwa sejarah. Akibatnya, kita tidak terbiasa berpikir kritis dan berani memberikan pendapat yang berbeda.

Padahal kreativitas adalah kunci penting di era teknologi dimana hampir segala hal terhubung internet. Diantara lima siswa, sangat normal bila ada lima pendapat berbeda. Ini juga yang akan membuat mereka lebih toleran terhadap perbedaan.

4. Tipe guru yang kritis dalam menerima informasi

Dengan semakin kuatnya pengaruh internet, hampir semua informasi bisa diperoleh dalam satu klik. Sayangnya banyak dari informasi-informasi tersebut yang hanya berupa asumsi menyesatkan.

Seringkali karena tuntutan untuk selalu cepat dalam memutuskan sesuatu, kita melompati proses-proses yang diperlukan untuk mencerna informasi. Akibatnya, kita malah turut menyebarkan kebohongan. Guru perlu membiasakan siswa agar mereka melakukan refleksi apakah sebuah informasi itu benar.

5. Tipe guru yang bisa berkolaborasi

Guru bukanlah orang paling tahu tentang semua hal di dunia. Berangkat dari fakta ini para guru bisa mengajari siswa bahwa mereka bisa belajar dari siapapun dan dimanapun. Pelajaran bisa diambil dari cerita-cerita tukang kebun sekolah maupun ibu 

Dalam jangka panjang, guru bisa menghasilkan siswa-siswa yang mengutamakan kolaborasi untuk meraih tujuan, dan bukannya saling sikut karena takut akan ketinggalan.

6. Tipe guru yang mampu berinovasi

Innovation is the key. Kita bisa mengambil Nokia atau BlackBerry dalam kasus ini. Begitu juga di dalam ruang kelas. Guru masa kini wajib menciptakan sebuah lingkungan dimana inovasi dan kreativitas itu dihargai, bahkan didukung.

Di masa depan, para siswa harus bisa menciptakan hal-hal yang bisa berkontribusi dalam penyelesaian masalah bukan melalui tindakan kekerasan, melainkan cara-cara kreatif dan out-of-the-box.

7. Tipe guru pemimpin

Pemimpin tidak sama dengan bos. Guru yang punya jiwa kepemimpinan mampu mempengaruhi orang lain secara positif untuk membuat progres di area-area tertentu. Pengaruh tersebut tidak hanya kepada siswa, tapi juga metode pengajaran, kurikulum, hingga keorganisasian.

8. Tipe guru pendongeng

Sudah tak terhitung banyaknya waktu terbuang ketika guru mengajar di depan kelas, tapi siswa-siswa merasa bosan dan malah tidak mendapatkan ilmu apapun. Menulis di papan tulis atau membaca presentasi adalah cara-cara lama.

Sekarang, untuk membuat siswa bersemangat, guru perlu belajar menjadi pendongeng yang baik dan membiarkan anak didik berimajinasi. Bayangkan almarhum Robin Williams di film Dead Poets Society.

9. Tipe guru perancang

Kembali ke soal metode pengajaran. Belajar tidak harus dilakukan di dalam kelas dengan buku dan alat tulis di atas meja. Siswa bisa belajar di luar ruangan.

Field trip adalah salah satu cara untuk membuka perspektif siswa tentang dunia. Tapi, yang paling sederhana adalah minimal mereka tidak bosan selalu melihat dinding-dinding kelas.

10. Tipe guru seniman

Guru yang baik adalah seorang seniman. Maksudnya, sebagai pendidik, guru harus terus mengasah kemampuan untuk menjalankan profesi mulia ini. Guru dan siswa bisa sama-sama belajar untuk kemajuan pendidikan.

Advertisements

Ujian Tengah Semester SMPN 11 Kerinci Berjalan Tertib


Pada hari ketiga Pelaksanaan Ujian Tengah Semester pada hari ini Rabu, 12 Oktober 2016 Berjalan dengan Tertib dan lancar.

Mata pelajaran yang diuji pada pagi ini yakni Pendidikan Agama, yang mana siswa dan siswi memasuki ruangan kelas dengab tertib sesuai dengan nomor peserta ujiannya masing-masing.

Selamat Bekerja dan semoga sukses….!!!!

Tips Sukses Ujian Tanpa Intip Catatan… :-)

Adapun seorang pelajar yang cerdik dia lebih mementingkan nilai dari pada kejujuran. Karena dengan kecerdikannya dia bisa menjadi bintang di kelas. Tetapi hal tersebut sangatlah buruk sekali.

Nah, dibenak saya saat ini punya Tips Sukses Ujian Semester untuk itu silakan diambil nilai positifnya sehingga dengan adanya tulisan ini anda bisa melawan Ujian Semesteran dengan Sukses.

Tips Sukses Ujian Semester:

  1. Cari materi dari berbagai sumber dengan waktu jauh-jauh hari sebelum hari H Ujian Semesteran.
  2. Bila waktu anda masih banyak silakan anda ringkas catatan anda, sehingga anda lebih mudah menghapalnya.
  3. Jangan terlalu lama-lama belajarnya, hanya cukup 2-2,5 jam. Karena bila kelamaan, itu namanya bukan lagi belajar.
  4. Gunakanlah waktu sore, malam, dan pagi untuk mempelajari pelajaran anda.
  5. Tidak perlu membaca keseluruhan yang ada di buku/catatan anda, tetapi silakan anda ambil saja point-point penting dalam masalah tersebut.
  6. Pada saat hari H Ujian Semesteran diharapkan anda tidurnya jangan terlalu larut malam, karena bila anda teralalu larut, bisa-bisa saat menghadapi soal anda mengantuk.
  7. Tetap jaga kondisi tubuh anda.
  8. Hilangkan dulu masalah-masalah yang datang dengan anda, karena tugas anda adalah untuk fokus dengan Ujian Semesteran.
  9. Usahakan saat mengerjakan soal Ujian anda tidak grusuk-grisik, dan anda harus fokus terhadap soal-soal yang ada di depan mata anda.
  10. Kerjakan dahulu soal-soal yang mudah.
  11. Setelah Ujian selesai, jangan dulu terlalu bebas. Karena mungkin anda punya masalah remedial. Dan kerjakanlah remedial tersebut dengan baik, karena itu salah satu cara anda untuk tuntas.
  12. Berdo’alah yang banyak, karena semuanya juga tergantung dengan yang di atas.
  13. Pada saat hari pembagian Raport, berpikirlah yang postive dan jangan sekali-kali berpikir yang tidak-tidak. Tetapi selalulah mengucapkan AKU BISA ! (icr)

Kunci Sukses Siswa di Jepang, Intip yuuukk!!!! :-)

Apa yang ada di benakmu mendengar negaraJepang? Jepang dikenal dengan karakter yang sangat khas, disiplin, pekerja keras, serta mandiri. Masih ingat tsunami yang terjadi di tahun 2011? Meskipun dalam keadaan yang demikian, warganya masih tetap dapat hidup dengan tertib. Antre saat menerima bala bantuan, tidak menangisi nasib, mereka tetap disiplin, sabar, dan terus berjuang. Adakah kunci sukses yang menjadi rahasia majunya masyarakat Jepang?

Melihat bagaimana ketangguhan masyarakat Jepang saat gempa bumi lalu, pastilah bukan terjadi tanpa ada kesengajaan. Mereka tetap memperhatikan kepentingan orang lain di saat kritis dan memelihara keteraturan dalam berbagai aspek kehidupan. Fenomena ini bukan sesuatu yang terjadi “by default”, namun “by design”. Ada satu proses pembelajaran dan pembentukan karakter yang dilakukan terus menerus di masyarakatnya. Tidak heran, negeri bunga Sakura ini terkenal punya sumber daya manusia yang unggul dari berbagai sekolah di sana. Bagaimana caranya orang-orang Jepang bisa sangat maju dan cepat berkembang? Simak yuk!

kunci sukses

Foto: regex.info

1. Para orang tua diberikan banyak kemudahan serta bonus. Saat punya anak, selaku orang tua baru, mereka akan mendapat semacam subsidi dan nominalnya cukup besar lho. Kemudian, sekolah negeri seluruhnya bebas biaya. Orang tua pun tidak harus bingung mencarikan sekolah karena akan dicarikan yang terdekat dari tempat tinggal. Untuk urusan mutu pun tidak perlu diragukan karena semuanya setara.

2. Memberi ujian pada siswa bukan satu hal yang menjadi parameter khusus. Itulah mengapa siswa Jepang tidak diberi ujian hingga mereka ada di kelas 4. 

3. Hal yang lebih diutamakan dalam tradisi Jepang adalah mengajarkan sopan santun dan tingkah laku yang baik pada siswa. Fokus pendidikan dasar di sekolah Jepang lebih menitikberatkan pada pentingnya “moral”. Ini yang menjadi fondasi untuk ditanamkan “secara sengaja” pada anak-anak di Jepang. Biar bagaimana pun, karakter harus dikembangkan lebih dulu. Di kelas, siswa harus menunjukkan bagaimana seharusnya mereka bersikap dengan guru serta teman sebaya. 

Di sekolah dasar, siswa diajarkan sistem nilai moral melalui empat aspek, yaitu:

  • Menghargai diri sendiri (regarding self),
  • Menghargai orang lain (relation to others),
  • Menghargai lingkungan dan keindahan (relation to nature & the sublime),
  • Menghargai kelompok dan komunitas (relation to group & society)

Keempatnya diajarkan dan ditanamkan pada setiap siswa sehingga membentuk karakter mereka. Pendidikan di SD Jepang selalu menanamkan pada anak-anak bahwa hidup tidak bisa semaunya sendiri, apalagi dalam bermasyarakat. Perlu peduli pada orang lain, lingkungan, dan kelompok sosial. Jangan heran kalau kita melihat dalam realitanya, masyarakat di Jepang saling menghargai. Di kendaraan umum, jalan raya, maupun bermasyarakat, mereka saling memperhatikan kepentingan orang lain. Di tingkat SMP dan SMA, pendidikan moral dan agama akan diajarkan selama minimal satu jam dalam seminggu oleh wali kelas. 

4. Ketika ada kegiatan belajar di luar kelas, siswa akan dibawa mengunjungi perkebunan. Mereka akan belajar bagaimana merawat tanaman, memetik teh, dan menanam padi.

kunci sukses

Foto: japantimes.co

Selain itu, siswa juga dilatih kemandiriannya. Terbagi atas kelompok-kelompok, kemudian diajarkan bagaimana menumpang kereta. Siswa juga disuguhi kegiatan tanya jawab dengan berbagai narasumber. Sesudahnya, apa yang didapat dari narasumber akan dipresentasikan di depan kelas. Hal ini akan membuat siswa terlatih dalam berinteraksi.

5. Sama halnya dengan Indonesia, Jepang juga memberlakukan sistem belajar 9 tahun. Sistem ini diterapkan pada warga Jepang maupun warga asing yang tinggal di Jepang. Apabila diketahui ada anak berusia 6-15 tahun yang belum mengenyam bangku pendidikan, pemerintah tidak ragu untuk memberikan sanksi pada orang tua.

6. Untuk usia SD hingga SMP, orang tua tidak dibebankan dengan biaya sekolah. Biaya yang perlu disediakan adalah kebutuhan untuk alat tulis atau acara wisata. 

7. Membaca merupakan kegiatan yang mendarah daging bagi orang Jepang. Saking pentingnya, membaca adalah aktivitas sehari-hari yang tidak boleh terlewatkan.

kunci sukses

Foto: japantimes.co

Mau sesibuk apapun, tetap harus meluangkan waktu untuk membaca. Di kereta, halte, istirahat, kapan pun bisa harus disempatkan. Semakin banyak baca, maka semakin banyak juga tahu. Bagi kamu yang masih malas membaca buku, yuk mulai pelan-pelan. Jangan sampai menyesal di hari tua lho.

8. Di Jepang, membersihkan sekolah bukanlah tugas tim kebersihan, namun tanggung jawab siswa. Mereka diwajibkan membersihkan kelas dan toilet.

kunci sukses

Foto: regex.info

Hal ini diterapkan agar siswa belajar untuk bekerja dalam tim, berbagi tanggung jawab, meningkatkan rasa hormat dengan merawat sesuatu. Ketika membersihkan, siswa akan dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang sudah ditentukan tuguasnya. Nah, kelompok ini akan berubah setiap tahunnya. Dengan demikian, siswa akan merasakan semua tugas.

9. Di Jepang, mengonsumsi makanan sehat adalah suatu keharusan. Prioritasnya adalah kualitas bahan makanan dan porsi yang seimbang. Makan siang yang disediakan terbuat dari bahan lokal yang masih segar. Menu yang disajikan merupakan hasil kolaborasi ahli kesehatan profesional dan koki yang sudah terlatih. Selain itu, guru akan bersama-sama makan siang dengan siswa lho. Tradisi ini akan mempererat hubungan yang terjalin antara guru dan siswa.

10. Siswa diajarkan seni tradisional seperti kaligrafi Jepang (shodo) dan puisi (haiku). Nah, dalam shodo siswa diajarkan menulis karakter kanji dan kana dengan kuas yang terbuat dari bambu. Menuliskannya pun di atas kertas yang bahannya dari beras. Seni ini membutuhkan pengetahuan bahasa, juga mengajarkan siswa untuk menghargai seni tradisional.

11. Masalah pendidikan ditangani oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, dan Ilmu Pengetahuan Jepang (MEXT)—Monkasho. Pemerintah sadar bahwa pendidikan tak terpisahkan dari kebudayaan. Oleh karenanya, pemerintah menyentralisir pendidikan dan mengatur proses didik para anak didiknya.

12. Mulai jenjang SMP, hampir semua sekolah milik pemerintah mengharuskan siswanya menggunakan seragam. Standarnya berbeda, tapi banyak seragam dari berbagai aspek seperti, gaya militer, seragam hitam untuk anak laki-laki, dan blus pelaut serta rok untuk anak perempuan.

kunci sukses

Foto: gaijinrider.altervista.org

Warna, potongan, dan dekorasinya dibuat sederhana. Dengan menggunakan seragam yang sama, mereka akan merasa menjadi bagian dari sebuah komunitas. Beberapa sekolah di Jepang juga punya aturan yang ketat terkait aksesoris, tas, dandanan, bahkan gaya rambut siswanya.

Kalau kamu melihat Jepang adalah negara yang maju di sektor industri, ekonomi, dan teknologi, itu baru kulitnya saja. Di balik itu semua, ada sebuah perjuangan panjang dalam pembentukan budaya serta karakter.

Well, hakikat dari pendidikan bukan hanya menjadikan siswa cerdas dan menguasai teknologi. Namun juga mementingkan pembentukan budaya, moral, serta budi pekerti. Yuk cerdaskan negeri kita tercinta! (icr)

Guru Kreatif, Harus……

Guru adalah seorang pembimbing dan penuntun untuk menjadikan seseorang pintar dan dewasa dalam berpikir. menjdai guru merupakan amanah dan mempunyai tugas yang amat berat. selain jadi panutan guru juga harus arif dan bijaksana. untuk menjadi guru yang baik dan kreatif harus diperlukan usaha dan kesungguhan. berikut tips untuk menjadi Guru yang kreatif dalam 7 Tips Menjadi Guru Kreatif versi 7Top Ranking.

1. Berpikir inovatif

Jiwa yang kreatif terlahir dari sebuah pemikiran guru yang selalu ingin berinovasi sehingga selalu bervariasi dalam memberikan materi pelajaran kepada anak didiknya.

2. Percaya diri

Tentu saja sifat percaya diri dan selalu ingin berkembang ada pada diri guru yang kreatif. Tidak mudah memang menjadi seorang guru yang kreatif, karena apa pun karya yang dia ciptakan harus kembali kepada anak didiknya. Keberhasilan seorang guru yang kreatif terletak pada kepuasan siswa setelah menerima materi pelajaran yang diberikan. Kalau pun anak didik merasa tidak suka atau tidak puas, guru yang kreatif seharusnya peka dalam hal ini. Langkah selanjutnya, dia akan mencoba mencari metode mengajar yang lain. Metode pengajaran yang sesuai dengan selera dan kemampuan anak didiknya. Tapi bagi saya, masalah siswa puas atau senang dengan metode pelajaran yang kita berikan adalah urusan belakangan. Yang terpenting adalah sikap pantang menyerah untuk selalu memberikan yang terbaik kepada anak-anak didiknya. Karena apa pun metode pengajaran yang diberikan, bila bervariasi, maka siswa pasti tidak akan bosan.

3. Materi Pelajaran yang Diberikan Menjadi Mudah Dimengerti

Tidaklah mudah mentransfer ilmu dari seorang guru menuju ke anak didiknya. Namun itulah tantangan yang biasanya dihadapi oleh seorang guru. Namun seorang guru yang kreatif akan selalu mencoba berbagai cara agar anak didiknya mudah memahami materi pelajaran yang diberikan.

4. Terus Belajar dan Belajar

Tidak ada kata puas bagi seorang guru yang kreatif. Bukan tidak ada kata puas yang negative. Namun kata “tidak puas” bagi seorang guru yang kreatif adalah suatu semangat untuk terus mengembangkan diri demi kebaikan diri sendiri, anak didik, dan sekolah.

5. Cerdas Dalam Menemukan Talenta Anak Didiknya

Karena tingkat kepekaan kepada anak didiknya yang tinggi, maka seorang guru yang kreatif biasanya mengenal kemampuan setiap anak didiknya. Kemampuan anak didiknya adalah bisa berupa bakat atau talenta. Dengan kepekaan yang dia miliki, seorang guru yang kreatif akan berusaha untuk memanfaatkan dan mengembangkan talenta yang dimiliki oleh anak didiknya, misalnya dengan memberikan kesempatan anak didiknya untuk tampil di acara-acara sekolah.

6. Kooperatif

Guru yang kreatif menyadari akan kelemahannya juga sebagai manusia. Itulah kenapa seorang guru yang kreatif berusaha untuk bisa belajar dari orang lain. Dengan kata lain, guru yang kreatif harus bisa bekerjasam dengan sesama guru, anak didik, kepala sekolah, dan pihak-pihak yang berada di lingkungan sekolah. Hal ini juga berguna untuk menyatukan misi dan visi diri dengan misi dan visi sekolah dan mengurangi kesalahpahaman dan permasalahan yang mungkin terjadi.

7. Mengajar Dengan Cara Menyenangkan

Seorang guru yang kreatif tidak ingin anak didiknya merasa bosan dan tertekan pada saat dia memberikan sebuah materi pelajaran kepada anak didiknya. Maka dia akan selalu mencari cara agar anak didiknya merasa nyaman dengan cara mengajar yang dia berikan.

OSIS SMP 11 Kerinci Peringati Tahun Baru Islam 1438 H


Hari ini 4 Oktober 2016 bertepatan dengan 3 Muharram 1438 H, SMPN 11 Kerinci Melalui OSIS nya memperingati dan Memeriahkan Tahun Baru Hijriah 1438 H.

Bertempat di Lapangan Sekolah, Ibu Pimpinan Sekolah Herlina, S.Pd dalam sambutannya Menyampaikan Bahwa Proses Belajar Mengajar untuk hari tetap berlangsung, tetapi pelaksanaannya di lapangan sekolah dengan kegiatan menyambut Tahun Baru Islam.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh OSIS berupa Aneka Lomba seperti Lomba Baca Ayat Suci Al-Qur’an, Adzan Shubuh, Kultum, Asmaul Husna, Lomba Lagu Islami.

Semoga dengan Momentum Tahun Baru ini kita bisa Menjadi pribadi yang selau berfikir Positif menuju Kesuksesan. (Icr)

Inspirasi, 3 Nasehat Semut Kepada Nabi Sulaiman AS

unta padang pasir

Dengan marah, semut itu berkata, “Wahai Nabi Allah, mengapa kaulempar aku begitu keras?”

“Apakah kamu lupa pada hari kiamat nanti kamu akan berdiri di hapanan Pencipta segala kerajaan, yaitu Tuhan langit dan bumi, yang Mahaadil, yang mengambil hak orang yang dizalimi dari orang yang menzaliminya?” lanjutnya.

Mendengar kata-kata dari semut itu, Nabi Sulaiman AS pingsan. Selang beberapa saat Nabi Sulaiman AS siuman.

“Maafkanlah sikap zalimku terhadapmu tadi,” ucap Nabi Sulaiman AS sambil memandang kearah semut.

“Aku akan memaafkan perbuatanmu tadi dengan tiga syarat,” jawab semut.

“Sebutkan ketiga persyaratanmu tersebut!” ujar Nabi Sulaiman AS dengan sungguh-sungguh.

BAiklah! Syarat pertama bagimu, jangan kautolak orang yang meminta kepadamu. Sesungguhnya orang yang meminta kepadamu adalah sedang meminta karunia Allah, maka janganlah sampai kamu cegah karunia Allah kepada makhlukNya,” ucap semut.

“Sedangkan syarat yang kedua, jangan tertawa berlebih-lebihan sehingga kamu terlena dengan dunia dan menyangka bahwa kamu telah menjalani semua tugasmu dengan baik di dunia ini, sehingga hatimu menjadi keras, sedangkan kamu telah dimuliakan Allah dengan diberikan kerajaan yang besar,” tambahnya.

“Dan yang terakhir, jangan sampai kedudukanmu ini mengahalangimu untuk menolong orang yang meminta pertolonganmu,” pungkas semut.

“Insya Allah, semua persyaratanmu itu akan aku jalani,” jawab Nabi Sulaiman AS dengan sepenuh hati.

“Jika begitu aku maafkan kau,” ujar semut membalas perkataan Nabi Sulaiman AS. []